Jumat, 08 Februari 2008

dari satria untuk bela

"ketika langit membuangku,
bumi menantangku
tak bisa lagi kaki berpijak
tertinggal jejak saling selak
berkeluh tangan saling sentak
tak ada, tak ada tempat berpegang
tapi asal kau tahu,
hanya satu tempatku berpulang
awan cendawan suramkan senjaku
kuda-kuda perang menjauh dariku
saat kaki kaku,
sedang lidah bagai pelu,
hanya satu tempatku mengadu
lalu, jika kumerindu?
rindu yang sangat menyakiti
sebab semua menjauh,
jauh..jauh..menjauh..
namun apa?
hanya satu tempatku berpeluk
kemudian kini, keringat mengucur,
darah-darah menyebur,
daun-daun bergugur,
dan aku hanya ingat satu,
ibu,Indonesiaku...
tempatku berjelaga,
kemudian berkubang nista,
tempat amat mulia
Indonesia sungguh, sungguh kucinta.."
puisi ini ada di cerpen gue buat tugas bahasa Indonesia
cerpennya bakal gue posting kapan-kapan
temanya nasionalisme, idenya gue dapet gara-gara waktu itu, sebelum dikasih tugas buat cerpen,paginya,gue nonton berita sea games, lebih tepatnya prestasi Indonesia yg jelek di Sea Games
ntah kenapa, tiba-tiba muncul ide itu. hhheee,,
just wait for the story,huh..

Tidak ada komentar: